OBSERVASI
Observasi
atau pengamatan merupakan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara
sistematis. Pengamatan dapat dilakukan secara terlibat (partisipatif) maupun
nonpartisipatif. Maksudnya, pengamatan terlibat merupakan jenis pengamatan yang
melibatkan peneliti dalam kegiatan orang yang menjadi sasaran penelitian.
Catatan
anekdot (daftar catatan anekdot) adalah catatan peneliti mengenai segala
sesuatu yang terjadi pada saat pengamatan berlangsung. Peristiwa atau sesuatu
yang dianggap penting dicatat dengan singkat tanpa harus menuruti aturan
tertentu.
Beberapa
keunggulan teknik ini menurut Guba & Lincoln (1991), yaitu
1. Teknik
ini didasarkan pada pengalaman secara langsung
2. Teknik
pengamatan ini juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian
mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan
sebenarnya.
3. Pengamatan
memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan
pengetahuan yang langsung diperoleh dari data.
4. Sering
terjadi keraguan pada peneliti, jangan-jangan yang dijaringnya ada yang
“melenceng” atau bias dan memerlukan pengamatan ulang.
5. Teknik
pengamatan memungkinkan peneliti mengerti situasi-situasi rumit.
6. Dalam
kasus-kasus tertentu, saat teknik komunikasi lainnya tidak memungkinkan, pengamatan
dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.
Karena
dalam proses observasi yang dilaksanakan di lapangan mungkin saja tidak sesuai
dengan harapan yang diinginkan, dalam kegiatan observasi ada beberapa hal yang
perlu dipahami dan dilakukan oleh observer,
yaitu sebagai berikut:
1. Carilah dahulu informasi selengkap-lengkapnya
tentang hal-hal hendak diobservasi.
2. Pahami
tujuan-tujuan umum dan khusus penelitian yang sedang dilaksanakan, fokus
penelitian, pertanyaan-pertanyaan penelitian, baru kemudian tentukan materi
atau objek yang hendak diobservasi.
3. Batasi
ruang lingkup serta materi atau objek yang ingin diobservasi agar tidak
melebar.
4. Disadari
bahwa manusia memiliki ingatan dan memori yang terbatas. Untuk itu, catatlah
hasil observasi sedetail mungkin.
5. Transkipkan
segera hasil rekaman atau narasikan dengan segera. Jangan menunda-nunda sebab
semakin lama jarak penulisan dengan proses observasi, akan menjadi banyak
informasi yang hilang.
Observasi kerap
ditanyakan sisi validitas dan reliabilitas, terlebih jika proses observasi
dilakukan terlepas dari kaidah-kaidah yang telah diajukan di muka. Untuk
menjawab hal itu, berkenaan dengan persoalan validitas yang harus dilakukan
oleh peneliti adalah:
1. Menggunakan
tim atau bekerja sama dengan peneliti lain dalam melakukan pengamatan.
2. Selalu
mengkaji ulang hasil pengamatan yang diperolehnya.
3. Memaparkan
data hasil observasi dengan bahasa yang jelas.
4. Selalu
mengedepankan data aktual, objektif, dan sesuai konteks penelitian.
Adapun yang terkait
dengan pencapaian reliabilitas, hal-hal yang harus dilakukan adalah:
1. Melakukan
pengamatan secara sistematis.
2. Melakukan
pengamatan secara berulang untuk objek yang sama.
3. Melakukan
kombinasi pengamatan dalam situasi yang berbeda sehingga diperoleh akumulasi
pemahaman seakurat-akuratnya tentang objek yang diamati.
Sekian penjelasan
singkat mengenai materi observasi yang saya ambil dari berbagai sumber,
diantaranya :
Riduwan. (2010). Metode dan teknik menyusun tesis.
Bandung: Alfabeta
Idrus, Muhammad.
(2009). Metode penelitian ilmu sosial:pendekatan
kualitatif dan kuantitatif. Jakarta: Erlangga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar