Sabtu, 15 September 2012


OBSERVASI
Observasi atau pengamatan merupakan aktivitas pencatatan fenomena yang dilakukan secara sistematis. Pengamatan dapat dilakukan secara terlibat (partisipatif) maupun nonpartisipatif. Maksudnya, pengamatan terlibat merupakan jenis pengamatan yang melibatkan peneliti dalam kegiatan orang yang menjadi sasaran penelitian.
Catatan anekdot (daftar catatan anekdot) adalah catatan peneliti mengenai segala sesuatu yang terjadi pada saat pengamatan berlangsung. Peristiwa atau sesuatu yang dianggap penting dicatat dengan singkat tanpa harus menuruti aturan tertentu.
Beberapa keunggulan teknik ini menurut Guba & Lincoln (1991), yaitu
1.      Teknik ini didasarkan pada pengalaman secara langsung
2.      Teknik pengamatan ini juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.
3.      Pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan yang langsung diperoleh dari data.
4.      Sering terjadi keraguan pada peneliti, jangan-jangan yang dijaringnya ada yang “melenceng” atau bias dan memerlukan pengamatan ulang.
5.      Teknik pengamatan memungkinkan peneliti mengerti situasi-situasi rumit.
6.      Dalam kasus-kasus tertentu, saat teknik komunikasi lainnya tidak memungkinkan, pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.
Karena dalam proses observasi yang dilaksanakan di lapangan mungkin saja tidak sesuai dengan harapan yang diinginkan, dalam kegiatan observasi ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dilakukan oleh observer, yaitu sebagai berikut:
1.       Carilah dahulu informasi selengkap-lengkapnya tentang hal-hal hendak   diobservasi.
2.      Pahami tujuan-tujuan umum dan khusus penelitian yang sedang dilaksanakan, fokus penelitian, pertanyaan-pertanyaan penelitian, baru kemudian tentukan materi atau objek yang hendak diobservasi.
3.      Batasi ruang lingkup serta materi atau objek yang ingin diobservasi agar tidak melebar.
4.      Disadari bahwa manusia memiliki ingatan dan memori yang terbatas. Untuk itu, catatlah hasil observasi sedetail mungkin.
5.      Transkipkan segera hasil rekaman atau narasikan dengan segera. Jangan menunda-nunda sebab semakin lama jarak penulisan dengan proses observasi, akan menjadi banyak informasi yang hilang.

Observasi kerap ditanyakan sisi validitas dan reliabilitas, terlebih jika proses observasi dilakukan terlepas dari kaidah-kaidah yang telah diajukan di muka. Untuk menjawab hal itu, berkenaan dengan persoalan validitas yang harus dilakukan oleh peneliti adalah:
1.      Menggunakan tim atau bekerja sama dengan peneliti lain dalam melakukan pengamatan.
2.      Selalu mengkaji ulang hasil pengamatan yang diperolehnya.
3.      Memaparkan data hasil observasi dengan bahasa yang jelas.
4.      Selalu mengedepankan data aktual, objektif, dan sesuai konteks penelitian.

Adapun yang terkait dengan pencapaian reliabilitas, hal-hal yang harus dilakukan adalah:
1.      Melakukan pengamatan secara sistematis.
2.      Melakukan pengamatan secara berulang untuk objek yang sama.
3.      Melakukan kombinasi pengamatan dalam situasi yang berbeda sehingga diperoleh akumulasi pemahaman seakurat-akuratnya tentang objek yang diamati.

Sekian penjelasan singkat mengenai materi observasi yang saya ambil dari berbagai sumber, diantaranya :
Riduwan. (2010). Metode dan teknik menyusun tesis. Bandung: Alfabeta
Idrus, Muhammad. (2009). Metode penelitian ilmu sosial:pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar