JURNAL
DALAM KAJIAN METODE OBSERVASI
JURNAL 1:
REALITAS CINTA DIMATA REMAJA PEREMPUAN
Studi Kasus Sindrom
Cinta pada Seorang Perempuan Remaja Pasca Film ‘ Ada Apa Dengan Cinta’. Jurnal
ini membahas tentang persepsi cinta dikalangan remaja setelah menonton film Ada
Apa Dengan Cinta (AADC).
Landsan teori
Mass media effects
memperkenalkan sebuah konsep yaitu perceived reality. Perceived
reality adalah ukuran seberapa jauh anak – anak menerima apa yang mereka
lihat di televisi sebagai hal yang nyata atau reflektif terhadap hidup mereka
(Jeffres, 1997:185)
Media massa :Denis
McQuail menyatakan peranan media massa dalam perkembangan remaja adalah (dalam
Rakhmat, 1994:52,72) cermin yang memantulkan citra remaja terhadap remaja itu
sendri dan memiliki fungsi sebagai pembentuk identitas pribadi.
Melek Media :Kesadaran
akan media adalah sebuah sudut pandang yang digunakan khalayak secara aktif
ketika terekspos oleh media dalam rangka menafsirkan arti pesan – pesan yang
kita temui (Potter, 2001:4).
Teori Kultivasi,
melibatkan proses belajar dan kontruksi dari pandangan menganai realita sosial
yang bergantung pada keadaan pribadi dan pengalaman setiap individu dan juga
keanggotaan dalam kelompok. Ia juga dilihat dalam proses interaktif antara
pesan dan khalayaknya.
Responden penelitian:
Perempuan
usia 18 tahun
Studi
Kasus à
wawancara, pengamatan langsung, studi lapangan, dengan tujuan merekonstruksi
dan menganalisis sebuah kasus dari perspektif sosiologi.
Subjek Penelitian: Penonton/penikmat film Ada Apa Dengan
Cinta dan film lain dengan gender remaja
penikmat musik pop remaja dan
sinetron remaja, dan lingkungan pergaulan yang populer.
HASIL PENELITIAN
Realitas Cinta AADC dan informan
Sindrom Cinta : Penerapan Teori Kultivasi
Khalayak
Pasif : Teori Resepsi
Jika
Khalayak Buta Media: subjek
menyerap informasi yang masuk dari media, tanpa menyaringnya terlebih dahulu.
Interpretasi
Sebagai
anak remaja yang masih berusia 18 tahun, informan memang masih mengalami
kelabilan dalam menentukan karakter dirinya. Secara psikologis, aspek kognitif
dalam dirinya memang masih mengalami pancaroba, sebuah masa ketika dirinya
masih mencari kepastian akan wujud dan jati diri. Ini membuat informan menjadi
lebih rentan terhadap pengaruh lingkungan, baik yang datang dari keluarga,
sekolah, teman sepermainan maupun dari media.
JURNAL 2:
POST TRAUMATIC GROWTH PADA
PENDERITA KANKER PAYUDARA
Jurnal yang dibuat oleh Ade Fitri Rahman dan Erlina Listianti Widuri.
Jurnal yang dibuat oleh Ade Fitri Rahman dan Erlina Listianti Widuri.
Pendahuluan
Dalam jurnal tersebut
bertujuan untuk mengetahui dinamika post traumatic growth atau
pertumbuhan pasca trauma menuju perbahan hidup yang positif dan ingin memahami
lebih jauh lagi mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya post
traumatic growth pada penderita kanker payudara.
Analisis
Metode penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan mengguanakan paradigma fenomenologi. Menurut Moleong (2005),
metode penelitian kualitatif dalam paradigma fenomenologi berusaha mamahami
arti (mencari makna) dari peristiwa dan kaitan-kaitannya dengan orang-orang
biasa dalam situasi tertentu.
Alasan
peneliti menggunakan metode kualitatif karena penelitian ini bertujuan untuk
mengungkapkan gejala secara holistic kontekstual melalui
pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri penulis sebagai
instrumen kunci.
Metode
Observasi yang dilakukan oleh penelti adalah non
partisipan, penulis hanya sebagai pengamat tanpa terlibat dalam kehidupan
maupun kegiatan informan. Observasi dilakukan diluar proses wawancara dan juga
selama wawancara berlangsung yang memungkinkan penulis memperoleh data yang
sifatnya non verbal, antara lain: gerakan tubuh, mimik muka, ekspresi wajah,
dan intonasi suara informan saat wawancara serta juga tentang bagaimana kondisi
informan penelitian yang dalam hal ini adalah penderita kanker payudara.
Hasil dan interpretasi
Secara teoritis, konsep pertumbuhan masa trauma
didefinisikan sebagai pengalaman perubahan positif yang signifikan timbul dari
perjuangan dari krisis kehidupan yang besar antara lain: apresiasi peningkatan
hidup, pengaturan hidup dengan prioritas baru, rasa kekuatan pribadi meningkat
dan spiritual berubah secara meningkat dan spiritual berubah
secara positif.
Spiritualitas dalam konteks ini mengacu pada rasa
bersyukur yang lebih besar kepada Sang Pencipta, peningkatan rasa komitmen
seseorang kepada tradisi keagamaan, atau pemahan yang lebih jelas dari
keyakinan agama seseorang.
JURNAL 3.
MITOS TENTANG KEHAMILAN
Pendahuluan
¨ Ada beberapa pantangan yang di percayai oleh sebagian masyarakat
umum yang diyakini sebagai larangan yang harus di hindari pada ibu hamil.
Apabila di jalankan larangan tersebut¸ maka diyakini akan berdampak negatif
pada diri ibu hamil dan janin yang di kandungnya.
Kajian
teoritik
¨ Mitos adalah sistem kepercayaan dari
suatu kelompok manusia, yang berdiri atas sebuah landasan yang menjelaskan
cerita-cerita yang suci berkaitan dengan masa lalu. mitos yang dalam arti asli
sebagai kiasan dari zaman purba merupakan cerita yang asal usulnya telah
dilupakan, namun ternyata pada zaman sekarang mitos merupakan cerita yang
dianggap benar (Harsojo, 1988).
¨ Kehamilan
adalah rangkaian peristiwa yang baru terjadi bila ovum dibuahi dan pembuahan
ovum akhirnya berkembang sampai menjadi fetus yang aterm (Guyton, 1997).
Metode
¨ Penelitian yang dilakukan dalam jurnal menggunakan
metode wawancara dan observasi. Respondennya wanita wanita hamil 3 bulan
tanggal 7 Agustus 2008 dan wanita hamil tanggal 25 Agustus 2008.
¨ Penelitian dilakukan dengan Observasi Sistematik
Natural dan Partisipan, peneliti sudah menyiapkan hal dan peralatan untuk di
observasi dan peneliti langsung terjun kelapangan yaitu di daerah Aceh.
¨ Gejala sosial ini sangat mudah dilakukan pengamatan
(observasi) atas segala fakta yang ada.
¨ Berdasarkan hasil observasi dan wawancara membuktikan
bahwa:
¨ Mitos masih sangat berpengaruh didaerah Aceh, dimana
ibu-ibu yang hamil masih menjalankan tradisi yang menyertai proses kehamilan.
Mereka mempercayai bahwa mitos merupakan pengetahuan turun temurun yang
diwariskan dan berkembang sebagai konsep kebudayaan dan tradisi yang berlaku
hampir di sebagian besar masyarakat, yang pada akhirnya mampu membentuk pola
perilaku yang menetap yang harus mereka laksanakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar