KUMPULAN
JURNAL DALAM METODE OBSERVASI
ANALISIS JURNAL 1
KOHESIFITAS SUPORTER
TIM SEPAK BOLA PERSIJA
OLEH: BAYU WICAKSONO
Latar Belakang
¨ kohesivitas
adalah bagian yang penting dan tidak dapat dipisahkan dari sebuah kelompok.
Kohesivitas adalah hal yang paling mendasar namun juga yang paling besar
pengaruhnya. Adanya kelompok belum tentu memiliki sebuah kohesivitas yang
tinggi, namun dengan adanya kohesivitas yang tinggi sangat mudah menciptakan
kelompok yang kuat.
Masalah Penelitian
¨ 1. Bagaimanakah kohesivitas individu dalam kelompok
kecil The Jakmania?
¨ 2. Faktor-faktor yang menyebabkan kohesivitas individu
dalam kelompok kecil TheJakmania?
Tujuan Penelitian
• untuk mengetahui bagaimanakah kohesivitas individu
dalam kelompok kecil The Jakmania.
• Ingin
mengetahui faktor-faktor
yang menyebabkan kohesivitas individu dalam kelompok kecil TheJakmania
Manfaat Penelitian
¨ Manfaat teoritis
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kelompok The
Jakmania memiliki bentuk kohesivitas seperti aktifitas kelompok dalam
komunitas, aktifitas kelompok kecil, proses pengambilan keputusan, identitas
kelompok, kohesivitas kelompok di luar lapangan,
kohesivitas kelompok di
lapangan.
¨ Manfaat praktis
Hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi kelompok
The Jakmania khususnya bagi komunitas The Jakmania Kukusan dan secara umum
untuk kelompok dan komunitas lainnya
Landasan Teori
Kohesifitas
¨ Festinger dkk. (dalam Sarwono, 2005)menyatakan bahwa
kohesivitas kelompok adalah ketertarikan terhadap kelompok dan anggota kelompok
dan dilanjutkan dengan interaksi sosial dan tujuan-tujuan pribadi yang menuntut
saling ketergantungan.
¨ Walgito (2007) menyatakan bahwa kohesivitas kolompok
adalah saling tertariknya atau saling senangnya anggota satu dengan yang lain
dalam kelompok.
¨ Dengan demikian dapat disimpulkan kohesivitas adalah
ketertarikan anggota-anggota dalam kelompok untuk melekat satu dengan
yang lain agar menjadi sebuah
kesatuan.
Suporter
¨ pendukung adalah seseorang yang secara sukarela ikut
ambil bagian dalam mendukung sebuah teori, konsep, kegiatan.(Hornby, 2000)
¨ suporter adalah
orang yang memberikan dukungan, sokongan, dalam pertandingan.
(Alwi,
2005)
Metode
Penelitian
¨ Subjek Penelitian : Subjek adalah anggota The Jakmania dan merupakan
bagian dari kelompok The Jak Kukusan , Jumlah Subjek sebanyak 2 orang yang masih dalam satu kelompok pada komunitas The Jak
Kukusan.
¨ Teknik Pengumpulan Data
1. Menggunakan teknik wawancara, tipe wawancara terbuka.
2. observasi menggunakan teknik observasi partisipasi dimana
peneliti terlibat langsung
secara aktif dalam objek yang diteliti sehingga memungkinkan informasi yang
diperoleh dapat lebih maksimal dan diharapkan akan membantu dalam penelitian.
Pembahasan
¨ Faktor-faktor
yang menyebabkan kohesivitas
- latar belakang kelompok yaitu teman nongkrong (jarak rumah yang
berdekatan menyebabkan anggota mudah bertemu)
- kegiatan kelompok seperti main bola bareng (setiap anggota kelompok
memiliki kegiatan sehari-hari bersama kelompok seperti main bola bareng
dan aktivitas tersebutdapat meningkatkan kekompakkan)
kebersamaan kelompok seperti proses menumbuhkan
keterikatan (pada saat berkumpul, anggota kelompok bercanda guraudan tertawa
bersama sehingga aktifitas ini dapatmeningkatkan keterikatan antara anggota
kelompok)
JURNAL 2
EFEKTIVITAS METODE PEMBELAJARAN GOTONG ROYONG
(COOPERATIVE LEARNING) UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN
SISWA DALAM MENGHADAPI
PELAJARAN MATEMATIKA
(Suatu studi Eksperimental pada Siswa di SMP 26 Semarang)
Novita Eka Indiyani, Anita Listiara
Program Studi Psikologi
Universitas Diponegoro
Latar Belakang
l Matematika
merupakan salah satu mata pelajaran yang dianggap momok bagi sebagian
pelajar, termasuk siswa SMP.
l Anggapan
negatif tersebut semakin berkembang dengan adanya kenaikan standar kelulusan,
khususnya untuk nilai matematika, yang menyebabkan banyak siswa tidak lulus
pada tahun 2004.
l Salah
satu faktor yang dapat berpengaruh buruk terhadap prestasi matematika siswa
adalah kecemasan.
l Berdasarkan
hal ini peneliti tertarik untuk melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah
metode belajar tertentu dapat mengatasi kecemasan dalam belajar matematika.
Subjek
l Subjek
pada penelitian ini adalah siswa kelas 2 SMP 26 Semarang yang berjumlah 32
orang yang dibagi menjadi dua kelompok masing-masing 16 orang.
Landasan Teori
l Hurlock
1997 mendefinisikan kecemasan sebagai keadaan mental yang tidak enak berkenaan
dengan sakit yang mengancam atau yang dibayangkan, yang ditandai dengan
kehawatiran, ketidak enakan, dan perasaan yang tidak baik, yang tidak dapat
dihindari oleh seseorang.
l Metode
pembelajaran gotong royong (cooperative learning) didefiniskan sebagai
suatu sistem kerja atau belajar kelompok yang tersetruktur yang mencakup saling
ketergantungan positif, tanggung jawab
perseorangan, interaksi personal, keahlian bersama dan evaluasi proses
kelompok (johnson & jhonson 1994)
Eksperimen
l Pertama-tama
siswa diberikan pretest yang berupa
skala kecemasan.
l Kemudian
siswa dibagi menjadi dua kelompok, kelompok kontrol dan kelompok eksperimen,
pada kelompok eksperimen diberlakukan metode pembelajaran gotong royong,
sedangkan kelompok kontrol tidak diberlakukan. Hal ini terjadi selama 4 kali
pertemuan.
l Setelah
itu semua siswa diberi posttest yang sama berupa skala kecemasan seperti pada
subtest awal.
l Pada
metode pembelajaran gotong royong, siswa duduk dikelompokkan, siswa diberikan
tugas yang pengerjaannya secara berkelompok, tempat duduk siswa juga diatur menjadi
beberapa kelompok yang saling berhadapan antar anggota kelompok tanpa harus
berhadapan kearah meja guru.
Metode Penelitian
l Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan skala
kecemasan.
l Observasi
yang dilakukan adalah observasi non-partisipan.
Hasil Observasi
l Pada
awal kelas dimulai belum banyak interaksi yang tercipta.
l Setelah
sudah mendapat instruksi soal, nampak adanya interaksi antar siswa dalam
kelompok.
l Siswa
saling berbicara satu sama lain dalam kelompok sambil memegang kertas soal.
l Siswa
saling bertanya kepada teman kelompok.
l Siswa
terlihat melakukan interaksi antar kelompok.
l Suasana
kelas aktif dan riuh ramai.
JURNAL 3
KECEMBURUAN PADA KAUM HOMOSEKSUAL PRIA (GAY)
DI JAKARTA
Latar Belakang
*kasus Ryan (mutilasi)
*Hasil Observasi yang peneliti lakukan selama
mengelola sebuah artist management
*Minoritasnya
kaum gay.
Tujuan
Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai gambaran
kecemburuan pada kaum gay di jakarta
Manfaat
Dapat mencegah rasa cemburu pada gay sehingga dapat
dikembangkan upaya pencegahan terjadinya kasus kriminal pada kaum gay
Definisi dan Landasan
teori
• “Kecemburuan
adalah bentuk lain dari pengalaman emosi negatif yang diakibatkan oleh
hilangnya hubungan yang berharga terhadap objek yang di cemburui baik dalam
keadaan nyata maupun imajinasi”
(Salovey, 1991 dalam Miller, et al., 2007,)
• Hal yang dapat
mendapat mendefinisikan kecemburuan àHurt & Fear
• Hurt: persepsi bahwa pasangan tidak menghargai komitmen.
• Fear: dihasilkan
dari kemungkinan yang mengerikan, misalnya kehilangan pasangan.
(guerrero & andersen,1998 dalam miller et.al.2007)
• Menurut White, terdapat tahap-tahap kecemburuan. :
ancaman,berpikir,reaksi emosional,coping.
Metode
• Metode yang digunakan adalah obervasi dan wawancara
dengan menggunakan pendekatan kualitatif.
Metode wawancara sebagai metode pengumpulan data utama. Dan observasi
digunakan sebagai penunjang dalam
berlangsungnya kegiatan wawancara.
• Responden berjumlah 3 orang yang berjenis kelamin
laki-laki,memiliki orientasi homoseksual, usia dari 20-40 tahun,sudah pernah
melakukan hubungan seksual, pendidikan minimal SMA, dan berdomisili dijakarta
dan sekitarnya
Observasi
• Metode Observasi yang digunakan adalah observasi
non-partisipan
• Observer mengamati saat wawancara berlangsung
• Pengambilan data juga ditunjang dari hasil observasi
salah satu peneliti sebelum penelitian ini di buat
Hasil
Seputar homoseksual:
Ketiga subjek menyadari orientasi seksual nya sejak
usia remaja.
• Subjek 1 menyadari ketertarikannya sesama jenis sejak
usia 10 tahun, subjek 2 menyadari ketika 16 tahun, dan subyek 3 menyadari sejak
usia 15 tahun. Dari ketiga subyek. Dua subjek tersebut
ketika menjawab terlihat nafasnya lebih terpacu lebih cepat. Pada subjek ketiga
terlihat genggaman tangan memguat/mengepal.
Seputar kecemburuan:
•
keseluruhan
subyek mengalami hurt (luka), fear and anxiety (takut dan cemas).
Sedangkan untuk anger (marah), hanya subyek 2 dan subyek 3 yang
mengalaminya.
•
2
tipe kecemburuan yaitu Reactive jealousy & Suspicious jealousy