Sabtu, 31 Maret 2012


Nama : taufiq buchori
          Di zaman yang makin kompleks dan modern ini, sebagian masyarakat hanyut dalam hegemoni globalisasi dengan warna pengetahuan dan teknologi yang semakin maju. Dari masyarakat kelas bawah, menengah, hingga atas larut dalam arus iptek, hal ini menjadikan budaya konformitas masyarakat yang cikal bakal hilang jati dirinya. Namun, apakah semua dampak positif iptek berpengaruh signifikan terhadap kehidupan setiap individu di setiap lapisan masyarakat? Renungkan sejenak, apakah orang tunarungu dapat menikmati MP4 atau MP3layaknya individu-individu normal lainnya? 1 dari sekian banyak pertanyaan mengenai gambaran populasi khusus dengan serba keterbatasan. Populasi khusus dapat di definisikan sebagai bagian atau kelompok individu-individu yang mengalami hambatan dalam aktivitas sehari-hari karena ada fungsi fisik atau psikis yang hendaya. Dalam kehidupan seharinya, kita lebih mengenal sebagai anak berkebutuhan kusus. Kita sering menjumpai kasus-kasus seperti ini dalam kehidupan keseharian. Anak yang sangat cerdas pun dikatakan berkebutuhan khusus, karena dalam hal ini, anak tersebut harus mendapat perhatian lebih oleh lingkungan terdekatnya, misalnya orang tua dan guru. Anak cerdas dalam mendapatkan metode pembelajarannya harus tepat dan efisien, dan seharusnya dipisahkan dari kelas biasa atau cenderung kemampuan mayoritas siswanya dibawah rata-rata. Masuk kelas VIP atau khusus adalah pilihan tepat, guna merangsang kemampuan otak anak yang cerdas, dan gaya belajar yang tepat oleh tutor yang kompeten, maka hasilnya anak cerdas dapat berkembang lebih baik, terarah, sesuai kapasitas si anak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar