Jumat, 23 Maret 2012

Ditulis oleh : Taufiq Buchori
 Banyak manfaat mendalami psikologi, banyak cara pula mengukur perilaku yang nampak. Mengukur perilaku selain mempunyai standarisasi tertentu, juga harus disesuaikan dengan budaya atau culture. Siapa tau suatu alat tes dapat dinyatakan valid disuatu negara, namun tidak bisa digunakan atau valid untuk mengukur hal yang sama di negara lain. Maka dari itu, tugas psikolog masa kini adalah menciptakan alat tes yang dapat digunakan diseluruh lapisan tingkat masyarakat diseluruh dunia untuk mengukur apa yang hendak diukur tanpa mengurangi reabilitasnya. Mengapa penting? Karena dengan alat tes yang dirancang seperti itu, kita tidak perlu kesulitan untuk mengintegrasikan suatu hasil tes yang diperoleh dengan latar belakang budaya yang berbeda. Misalnya, kita hendak mengukur intelegensi orang indonesia, didalam alat ukurnya, kita menampilkan tes aritmatika, bahasa, dan kemampuan pemecahan masalah. Mungkin tes ini akan bernilai atau valid untuk menentukan tingkat intelegensi atau IQ individu di indonesia. Tetapi tidak relevan dan valid ketika alat tes ini dipergunakan di negara yang berbeda bahasa dan berbeda penggunaan hurufnya (romawi). Bagaimana mungkin orang romawi mampu menyelesaikan tes dengan angka asing, sebagai umpama, 3 di indonesia adalah III angka di romawi. Tidak bisa juga bahasa indonesia dipergunakan untuk mengukur intelegensi orang-orang inggris. Untuk itulah muncul pemikiran untuk membuat suatu alat tes yang universal penggunaanya. Selanjutnya, pentingnya perhatian pada penggunaan alat tes. Dalam hal ini fokusnya adalah vailiditas. Untuk mengukur suatu gejala atau fenomena tertentu, seharusnya mengukur apa yang hendak diukur. Misalnya ada studi kasus tentang perkembangan bayi berumur 0-3 tahun. Fokusnya adalah pada indikator(kognitif, sosial, emosional, dan psikomotorik) terhadap bayi. Mengherankan dan tidak valid ketika kita hendak mengukur perkembangan bayi, maka indikator yang kita masukan adalah indikator pada anak remaja. Setelah mengenal alat tes, kita harus mengenal pembagian kelompok ilmu dalam psikologi. Kita menjumpai dalam psikologi, ada klinis/perkembangan, sosial, organisasi, dan pendidikan. Semua alat tes yang sudah kita pelajari dalam psikologi, bisa kita pergunakan untuk semua kelompok bidang ilmu tersebut. Misalnya kita hendak meneliti tentang konformitas dalam bidang psikologi sosial, alat tes yang kita pelajari dapat diterapkan dalam penelitian ini. Begitu juga dengan pendidikan, klinis, dan organisasi. Membahas sedikit tentang organisasi, bidang ini adalah “anak” dalam bidang sosial. Namun karena organisasi dianggap praktis dan para tokoh mengeluarkan banyak teori yang berkaitan dengan organisasi, maka bidang ini dapat berdiri sendiri dan terpisah dari induknya, sosial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar