Psikologi-perilaku-pengukuran
Ditulis oleh: taufiq buchori
Pada tahun 1800-an, para ahli psikologi meyakini bahwa psikologi merupakan masih bagian daripada ilmu faal dan filsafat, karena itu tidak ada cara pasti untuk menentukan gejala-gejala apa yang membuat perilaku ditampilkan pada setiap orang dan pada setiap situasi. Bagian daripada ilmu faal dan filsafat,dan tokoh-tokoh terkenal pada era itu hanya sebatas berspekulasi untuk mengukur, mengetahui, dan menyimpulkan perilaku sebagai dasar objek psikologi. Lalu munculah wilhelm wundt (1832-1920) tokoh utama yang mendedikasikan psikologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri, dengan cara mendirikan laboratorium pertama dalam disiplin ilmu psikologi. Wundt bukanlah seorang yang berlatar belakang psikolog, melainkan dokter. Namun karena ketertarikan dan minatnya yang besar terhadap dunia psikologi, maka ia melakukan eksperimen-eksperimen terhadap ilmu itu di laboratoriumnya.
Selanjutnya, ilmu psikologi terus berkembang. Masuk ke era modern dan teknologi canggih, psikologi harusnya mengembangkan metode penelitian yang lebih berwarna. Tanpa meninggalkan metode wundt dalam bereksperimen untuk mengetahui perilaku dan jiwa manusia, kini ilmuwan berbondong-bondong untuk mengetahui faktor apakah yang mendasari perilaku manusia. Faktor bawaan vs lingkungan. Namun para pengamat dan ilmuwan meyakini 80 % perilaku ditampilkan karena ada tuntutan lingkungan. Hasil ini memperkuat dugaan dan hipotesa dari T.Morgan yang mengatakan bahwa perilaku adalah hasil pembelajaran dan adaptasi individu terhadap lingkungan. Selanjutnya ada Tiga komponen penting dalam metode yang dapat digunakan untuk mengukur perilaku yaitu observasi, wawancara, dan tertulis. Ketiganya saling mengisi dan berkesinambungan. Ketiga metode ini pun sudah teruji, karena validitas dan reabilitas. Valid yaitu mengukur apa yang hendak diukur, sedangkan reabilitas yaitu ketepatan dan konsisten suatu alat tes. Pengukuran sendiri adalah membandingkan suatu objek tehadap objek lain dengan standarisasi tertentu.
Pengukuran adalah membandingkan suatu objek tehadap objek lain dengan standarisasi tertentu. Dengan kata lain, dalam pengukuran, kita harus punya standar-standar yang jelas, dan mengukur apa yang akan diukur. Misalnya mengukur panjang, pendek, tinggi, rendah. Dalam mengukur itu semua, kita sebelumnya punya acuan bagaimana kita bisa menstandarisasi dan menentukan tinggi, rendah, dan lain-lain. Dalam objek psikologi, pengukuran dapat dilakukan berbagai cara dengan teknik yang berbeda, tergantung apa yang ingin diukur. Contohnya, mengukur kepribadian seseorang, bisa kita melakukan teknik observasi, atau juga tertulis (teknik proyeksi). Begitu juga dengan tes untuk mengukur intelegensi, minat, bakat, dan lain sebagainya, masing-masing punya variasi tertentu dalam mengumpulkan data.
Selanjutnya, T.Morgan mendefinisikan perilaku pembelajaran atau Learning:
Yaitu Perubahan yang relatif permanen pada perilaku yang diakibatkan oleh pengalaman. Morgan juga mengatakan bahwa perilaku adalah hasil pembelajaran dan adaptasi individu terhadap lingkungan. Walaupun tidak sepenuhnya lingkungan menuntut individu tersebut, tetapi dalam definisi ini lingkungan telah memberi pengaruh yang kuat terhadap diri individu.
Walaupun objek psikologi fokus terhadap manusia, tidak jarang pula ilmuwan mengukur tingkat responsive hewan terhadap suatu stimulus, gunanya adalah hasil yang diperoleh dari suatu percobaannya terhadap hewan, hukumnya dapat berlaku juga bagi manusia. Ilmuwan yang terkenal dari eksperimen terhadap hewan-hewan adalah, ivan pavlov, B.F Skinner, dan lain-lain.