Mimpi dari Sudut Pandang Islam
Dengan
menggunakan pandangan dunia islam, kita
memanfaatkan pandangan murni al-Qur’an dan al-Hadits, khazanah pemikiran Islam
masa lalu-masa kini, khazanah ilmu pengetahuan barat dulu dan kini menjadi
informasi yang kita sinergikan. Berdasarkan berbagai pandangan yang ada dalam
al-Qur’an dan al-Hadits ditemukan bahwa mimpi terdiri atas mimpi fisik, mimpi
psikologis, dan mimpi spiritual. Setiap ragam mimpi memiliki subjenis, yang
berupaya menggabungkan berbagai pandangan yang selama ini dikenali oleh ilmu
pengetahuan. Dalam mimpi psikologis terdapat mimpi harapan, mimpi buruk yang
bersumber dari pengalaman buruk, dan seterusnya.
Dalam
perspektif islam, pendapat yang menyatakan bahwa seseorang bermimpi semata-mata
faktor fisik dan psikologis memperoleh sanggahan dari banyak kalangan, terutama
para ahli dan tokoh agama serta ahli parapsikologi. Ahli-ahli dan tokoh-tokoh
agama menemukan bahwa dalam berbagai teks kitab suci ditunjukan adanya tokoh-tokoh
sejarah, terutama nabi-nabi, yang bermimpi dan isi mimpinya merupakan isyarat
masa depan sekaligus pengetahuan
kehidupan masa lalu. Dalam islam dikenal apa yang disebut sebagai mimpi yang
benar (al ru’ya al-shadiqah, al-ru’ya
al-haqq).
Hadis
Nabi Muhammad saw.
“Tidaklah ada kenabian kecuali
mubasysyirat (kabar gembira). “para sahabat bertanya: “apakah mubasysyirat
itu?” beliau bersabda: “Mimpi yang benar.” (HR. Abu Hurairah).
Hadits
di atas menandaskan bahwa masih tersisa ciri kenabian (nubuwat) pada diri
manusia, yaitu bila ia memiliki mimpi yang benar. Dari sana dapat dirumuskan
bahwa mimpi yang benar adalah mimpi nubuwat.
Para
tokoh dan ahli agama juga mengungkapkan bahwa dalam kehidupan masyarakat sudah
biasa dilakukan apa yang disebut shalat istikharah,
yaitu shalat yang dimaksudkan untuk memperoleh petunjuk dari allah azza wa jalla tentang
pilihan-pilihan hidup. Sesudah shalat
istikharah biasanya seseorang tidur. Salah satu hal yang diharapkan dari shalat
istikharah adalah mendapatkan mimpi yang berisi petunjuk tentang siapa jodoh
mereka. Dalam kenyataanya, berbagai macam bukti menunjukkan bahwa dengan
istikharah akhirnya dihasilkan mimpi yang berisi kejadian yang benar-benar
berlangsung di belakang hari.
Tidak
kurang dari itu, ahli-ahli parapsikologi juga mengungkapkan berbagai fakta yang
menunjukan bahwa pada sebagian manusia kemampuan prekognisi merupakan
kemampuann yang banyak ditopang oleh mimpi. Pengetahuan seseorang tentang apa
yang bakal terjadi dan bahkan juga antisipasi terbaik apa yang harus dilakukan
biasa diperoleh melalui mimpi, di samping diperoleh melalui pemecahan masalah
atau melalui ilham.
Yang
menarik adalah banyaknya fenomena ahli-ahli agama atau orang-orang yang
terkemuka dalam beragama yang memiliki mimpi yang mengandung isyarat-isyarat
spiritual, termasuk pengetahuan di masa depan (mimpi prediktif), kehidupan masa
lalu (mimpi retrospektif), petunjuk hidup, dan peringatan hidup. Sebagai misal,
setiap kali berusaha memperoleh jawaban atas pernyataan intelektualnya Ibnu
Sina selalu menyelingi kegiatannya dengan melakukan shalat sunnat. Ternyata,
banyak bermunculan ide, pengetahuan, dan petunjuk dalam mimpi selama tidurnya.
Bukan
hanya ahli agama, para pelajar atau santri juga banyak yang memiliki mimpi yang
mengandung isyarat masa depan. Salah satu contoh orang yang pada santrinya
banyak mengandung isyarat masa depan. Salah satu contoh orang yang pada
santrinya banyak memperoleh mimpi adalah
Hidayat Nur Wakhid, dosen IAIN Jakarta. Diceritakannya bahwa sewaktu belajar
ilmu agama dan menempa diri di pondok pesantren, Wakhid banyak menemukan mimpi
yang isinya adalah soal-soal yang bakal diberikan pada waktu ujian esok
harinya. Dalam kenyataannya, apa yang ditemukan dalam mimpi benar-benar ditemukan
dalam ujian yang nyata.
Kemudian,
sebuah hadits Nabi Muhammad menunjukan bahwa ada mimpi baik dan ada yang mimpi
buruk.
Mimpi itu ada tiga macam, yaitu mimpi produk psikis,
mimpi bisikan setan, dan mimpi yang berisi berita gembira dari allah. (HR.
Bukhari dari Abu Hurairah)
Salah
satu contoh rekonstruksi teori dalam psikologi Islami adalah menjelaskan mimpi
terdiri atas mimpi jasmani (fisik), mimpi nafsani (psikologis), dan mimpi
ruhani (spiritual). Istilah yang mirip dengan pembagian mimpi oleh Subandi
(1997) yang menggunakan istilah mimpi fisik, mimpi psikologis, dan mimpi
spiritual.
Masih
ada mimpi yang lain: mimpi yang berisi gema masa lalu, mimpi yang terjadi
karena kelelahan/sakit fisik, mimpi yang terjadi karena kemasakan (mimpi basah). Setelah mencermati semua jenis mimpi,
maka dapat disimpulkan mimpi terdiri atas mimpi
jasmani (mimpi baik yang bersifat jasmani, mimpi baik karena stimulasi
lingkunagn fisik saat tidur, mimpi buruk karena stimulasi lingkungan yang
buruk, mimpi karena kelelahan/sakit, mimpi karena kemasakan fisik), mimpi nafsani (gema ingatan masa lalu,
kondisi perasaan-pikiran menjelang tidur, harapan), dan mimpi ruhani (mimpi retrospektif, prediktif, petunjuk, peringatan, dan
kuat, serta mimpi yang berasal dari setan).
Tiga
penggolongan tersebut bersumber dari struktur jiwa manusia. Tiga struktur jiwa
digunakan Nurcholis Madjid (Nashori,
2002) yaitu jasad, nafsu, dan ruh. Dari sanalah diturunkan jenis-jenis mimpi.
Secara umum, mimpi dapat digolongkan menjadi tiga kategori, yaitu mimpi taraf
jasmani/fisik, mimpi taraf nafsani/psikologis, dan mimpi taraf ruhani/spiritual
(Subandi, 1997; Fuad Nashori, 2002).
|
Jenis-jenis mimpi Ragam mimpi Sumber
mimpi
|
|
Mimpi
baik Kondisi
fisik (Nyaman)
|
|
Mimpi
baik Kondisi
lingkungan (+)
|
|
Mimpi Jasmani Mimpi buruk Kondisi
fisik internal
|
|
(Mimpi fisik) (kelelahan/sakit)
|
|
Mimpi
buruk kondisi
lingkungan (-)
|
|
Mimpi
basah Kondisi
fisik
|
|
|
|
Mimpi
gema masa lalu Kondisi
psikologis
|
|
Mimpi nafsani Mimpi peristiwa/ pengalaman Kondisi psikologis
|
|
(mimpi psikologis) Yang baru
|
|
Mimpi
harapan Kondisi
psikologis
|
|
Mimpi
benar: prediktif Allah
|
|
Mimpi
benar: retrospektif Allah
|
|
Mimpi ruhani Mimpi benar: petunjuk Allah
|
|
(Mimpi spiritual) Mimpi benar: peringatan Allah
|
|
Mimpi
benar: pengetahuan Allah,
setan
|
|
Mimpi
benar: kuat Allah,
setan
|
|
Mimpi
buruk Setan
|